Apa Perbedaan barcode dengan kode QR?

Pada dunia yang semakin terhubung secara digital ini membuat teknologi identifikasi barcode dan QR code mempunyai peran vital untuk banyak sektor industri. Barcode dan qr code mempunyai cara untuk menyimpan dan mengambil info mengenai layanan, produk atau hal lain dengan efisien dan cepat. Walaupun banyak dipakai secara bersamaan, qr code dan barcode mempunyai perbedaan yang cukup banyak pada hal fungsionalitas, aplikasi praktis dan desain.

Definisi

Barcode merupakan gambar optic yang terdiri dari garis-garis hitam putih berbentuk vertical yang mempunyai jarak dan lebar yang sudah distandarisasi. Tiap-tiap garis menggantikan sejumlah data yang bisa dipindai oleh scanner optic. Data yang ada pada barcode bisa berupa kode produk, identifikasi dan harga. Kode QR merupakan jenis kode matriks 2D yang terdiri dari pola hitam putih yang bisa dipindai oleh scanner secara khusus, seperti kamera handphone.

Desain dan Struktur

Desain pada barcode biasanya terdiri dari garis vertical parallel dan mempunyai jarak serta lebar. Jenis barcode yang paling banyak dikenal yaitu UPC atau Universal Product Code dan EAN atau European Article Number yang biasanya dipakai pada toko-toko retail untuk mengidentifikasi sebuah produk. Kode QR mempunyai struktur yang lebih komples dengan pola berbentuk kotak dengan warna hitam putih yang membentuk persegi. Kode QR mempunyai 3 pola penanda di sekelilingnya untuk membantu scanner mengidentifikasi posisi juga orienstasi kode dengan cepat.

Kapasitas Penyimpanan Data

Barcode mempunyai kapasitas penyimapanan infoormasi data yang lebih terbatas daripada kode QR. Biasanya barcode hanya bisa menyimpan beberapa puluh sampai ratusan karakter, tergantung dengan jenisnya. Kode QR bisa menyimpan lebih banyak data dibandingkan dengan barcode karena mempunyai kemampuan untuk Menyusun data dengan bentuk matriks. Kode QR bisa menyimpa sampai beberapa ribu karakter tergantung dengan tingkat dan ukuran redundansi data yang dipakai.

Kecepatan dan Kemudahan Pembaca

Pemindaian barcode perlu scanner optic khusus yang bisa mengenali pola garis-garis vertical. Proses pemindaian pada barcode biasanya lebih stabil dan lebih cepat karena strukturnya cenderung sederhana. Kode QR bisa dibaca dengan cepat memakai kamera smartphone yang dibekali dengan fitur bawaan untuk mengenali pola matriks. Hal ini bisa menjadi akses cepat ke data yang hanya perlu memfokuskan kamera pada kode QR.

Aplikasi dan Pemakaian Praktis

Barcode biasanya dipakai untuk sektor retail untuk mengidentifikasi produk, memfasilitasi proses check out di kasir dan mengelola inventaris. Selain itu barcode juga dipakai pada bidang logistik untuk melakukan pelacakan dan pemeliharaan inventaris. Kode QR mempunyai aplikasi yang lebih luas dan sering dipakai untuk link web langsung, pembayaran digital, kampanye pemasaran dan pengelolaan akses digital. Kode QR juga biasanya dipakai pada tiket elektronik, pendaftaran acara dan kartu nama digital.

Keselamatan dan Keamanan

Barcode cenderung lebih riskan akan terjadinya manipulasi dan pemalsuan karena kesederhanannya. Tetapi risiko ini bisa dihadapi dengan memakai metode verifikasi dan keamanan tambahan. Kode QR bisa dienkripsi untuk meningkatkan keamanan data yang disimpan di dalamnya. Beberapa aplikasi memakai kode QR agar bisa mengamankan akses digital dan info data yang pribadi.

Perkembangan Teknologi dan Inovasi Masa Depan

Perkembangan barcode masih terus berlanjut agar meningkatkan keamanan, kecepatan pembacaan dan integrasi dengan sistem. Kode QR juga terus mengalami perkembangan dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan, pengelolaan data pribadi, keamanan data, tautan media sosial, dan aplikasi baru seperti pembayaran digital.

Leave a Comment